Home > Burung Berkicau > Cara Menjodohkan Murai Batu

Cara Menjodohkan Murai Batu

Posted on by

Faktor utama untuk keberhasilan menangkarkan murai batu adalah perjodohon murai batu dengan pasangannya, adakalanya untuk menjodohkannya sangat sulit namun sedikit tips perjodohan untuk menangkarkan murai batu akan di bahas kali ini yang berdasarkan seorang penagkar sukses murai batu.

murai medanUntuk menjodohkan murai yang biasanya hidup di sangkar soliter, Pang punya trik sendiri. Lazimnya penjodohan diawali dengan mendekatkan kandang burung jantan dan betina. Jika ada kecocokan-kerap berusaha saling mendekat dan berkicau bersahutan-baru betina dimasukkan ke dalam sangkar jantan. Namun, menurut Pang, prosesnya tidak semudah itu. “Sifat teritorinya bisa jadi muncul yang membuat perkawinan tidak terjadi,” kata ayah 3 anak itu. Belum lagi sikap saling mendekat dan berkicau bersahutan sebetulnya bisa berarti mengusir.

Pang mengantisipasi kemungkinan itu dengan memindahkan kedua burung itu ke dalam kandang isolasi berukuran 50 cm x 50 cm x 30 cm. Cara itu terbukti manjur. Induk mau berpijah. Bahkan terbukti pula pemakaian kandang isolasi itu membuat burung siap mabung alias berganti bulu saja bisa akur saat bersama-sama dimasukkan ke dalam kandang penangkaran, seperti Trubus saksikan di kediaman Pang. Padahal, burung mabung cenderung galak kepada sesamanya.

Di alam, pakan murai batu berprotein tinggi, seperti serangga, telur serangga, sampai larva. Itulah sebabnya Pang memberikan pakan alami berupa jangkrik, voer, kroto, dan ulat hongkong. Pakan-pakan itu harus berkualitas. Voer, misalnya, harus berbau segar, tidak tengik, dan bebas cendawan. Pun jangkrik tanpa bagian kepala dan kaki yang bisa menyebabkan luka di mulut dan organ pencernaan murai batu karena berduri.

Upaya Pang Lesmana menangkarkan murai batu sejauh ini berhasil. Ia kini tengah menjodohkan 3 pasang induk lagi. Di alam, murai batu berpijah saat pakan berlimpah saat musim hujan. Namun, murai batu di penangkaran bisa “dipaksa” untuk terus berproduksi hingga bisa bertelur 6-8 kali setahun. Jadi melalui penangkaran, populasi murai batu pelan-pelan bisa bertambah

Comments are closed.