Home > Buah dan Tanaman Hias, Fokus > Duo Mangga Jumbo – Tebal dan Lebat

Duo Mangga Jumbo – Tebal dan Lebat

Posted on by

Duo Mangga jumbo yakni gajah dan watubuncul berbuah lebat, dengan tinggi pohon mencapai 4 meter menjadikannya begitu istimewa. Pada setiap ujung batang bergantungan dompolan mangga berukuran tidak seperti biasanya atau bisa dibilang jumbo. Panen kali ini merupakan panen yang kedua kalinya di kebun Sukobudi Prayogo yang merupakan pekebun asal Gunungpati, Kabupaten Semarang. Tiga buah yang telah dipetik, kemudian ditimbang satu persatu dan hasilnya cukup mengejutkan. Jarum Timbangan menunjukkan mangga jumbo beratnya mencapai 1,2 Kg.

Mangga JumboPenampilan pohon setinggi 4 meter itu begitu istimewa. Di setiap ujung cabang bergelayut dompolan mangga berukuran jumbo. Saking banyaknya buah, Sukobudi Prayogo menancapkan sebatang bambu untuk menyangga dahan. “Itu buah yang kedua kalinya,” ujar pekebun di Gunungpati, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sukobudi memetik tiga buah, lalu menimbangnya satu per satu. Jarum timbangan menunjukkan bobot buah rata-rata mencapai 1,2 kg.

Bobot buah itu tergolong jumbo. Itulah sebabnya Sukobudi menyematkan nama gajah. Bandingkan dengan bobot manalagi atau arumanis yang rata-rata hanya 350 g per buah. Sayang, kala itu buah masih mengkal, belum matang sempurna. “Tunggu sekitar lima hari buah akan matang,” ujar Sukobudi. Lima hari berselang mangga gajah itu mulai matang. Saat dikupas, tampak kulit mangga gajah sangat tipis. Begitu terkupas dan terpotong melintang, tampak daging buah tebal mencapai 4 cm.

Daging buah berwarna jingga menyala, amat seronok. Sementara bijinya sangat tipis. Begitu dicicip tekstur daging buah terasa lembut, juicy, dan nyaris tanpa serat. Hasil pemeriksaan dengan refraktometer—alat pengukur tingkat kemanisan—kadar gula mangga jumbo itu 120 briks. Menurut penangkar buah di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Prakoso Heryono, derajat kemanisan mangga gajah masih di bawah standar lidah orang Asia yang rata-rMangga Jumboata menyukai rasa manis. Kadar kemanisan mangga arumanis misalnya mencapai 170 briks.

Sulit manis?

Soal tingkat kemanisan mangga gajah, Prakoso Heryono mengatakan, “Mungkin karena karakter genetik mangga gajah memang kurang manis. Tapi bisa juga karena umur pohon masih muda, yakni baru berbuah dua kali. Biasanya tingkat kemanisan stabil setelah tiga kali berbuah,” kata alumnus Universitas Islam Sultan Agung itu. Menurut Prakoso derajat kemanisan mangga gajah masih berpeluang ditingkatkan lewat pemupukan secara intensif. “Tapi perubahannya tidak akan signifikan, tergantung karakter buah,” kata Prakoso.

Itu seperti pengalaman Junaedi, anggota staf produksi Taman Wisata Mekarsari  (TWM) di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. TWM mengoleksi beberapa mangga bongsor seperti mangga bengkulu berbobot 0,9—1,5 kg per buah, malgova (0,7—1,2 kg), dan cingnangwan (0,8—1,5 kg) dari Thailand. Junaedi rutin memupuk  tiga kali setahun, yakni sebelum pembungaan, pembesaran buah, dan setelah buah panen. Namun, upaya itu tidak mampu mendongkrak derajat kemanisan.  Tingkat kemanisan mangga bengkulu hanya 8—100 briks, malgova 10—120 briks, dan cingnangwan 9—110 briks.

Sukobudi mengatakan bahwa mangga gajah kurang manis karena perawatan tidak intensif. Sebagai sumber nutrisi ia mengandalkan pupuk kandang. Ia memberikan 50 kg kotoran kambing per lubang tanam pada awal tanam. Ayah dua putri itu lantas menutupnya dengan tanah, tapi tidak sampai terlalu tebal. Setelah itu Sukobudi menanam bibit dan menutup sisa lubang tanam dengan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

Selanjutnya Sukobudi memberikan 50 kg pupuk kandang kotoran kambing atau sapi yang telah terurai setiap enam bulan. Perawatan lain berupa pemangkasan cabang inti yang menjulur ke atas serta cabang tersier. Tujuannya agar sinar matahari bebas masuk di setiap bagian pohon. Menurut Hendro Soenarjono, ahli buah di Kotamadya Bogor, Provinsi Jawa Barat, mangga lebat bila mendapat paparan sinar matahari minimal 80%. “Sinar matahari merangsang aktivitas hormon pembentukan bunga,” katanya.

Berkat perlakuan itu mangga gajah berbuah lebat, hingga 50 buah. “Perlakuan sederhana itu sengaja saya lakukan lantaran ingin tahu karakter mangga gajah bila tanpa perawatan intensif,” kata Sukobudi. Asal-usul mangga gajah masih misteri. Sukobudi memperoleh bibit mangga gajah setinggi 60 cm tiga tahun silam dari seorang kolega yang juga kolektor buah-buahan unggul di Ungaran, Kabupaten Semarang. Sayang, rekannya itu juga belum mengetahui pasti jenis mangga itu.

Prakoso menuturkan karakter mangga gajah mirip mangga-mangga jumbo asal daratan Amerika dan Australia yang rata-rata kurang manis. Menurut Prakoso yang sudah 25 tahun berkutat di dunia buah, mangga jumbo yang manis antara lain zabecan dan hayden. Menurut Sukobudi bentuk buah mangga gajah sekilas mirip mangga krasak dari Jepara sebab ujung buahnya tidak rata, tetapi rasa daging buahnya mirip arumanis.

Watubuncul

Kolektor tanaman buah  di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Eko Mulyanto, juga menemukan mangga jumbo di Desa Watubuncul, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Bobot mangga watubuncul mencapai 1,2—2,6 kg per buah. Kulit buah matang berwarna hijau sedikit berlilin dan tebal. Daging buahnya berwarna kuning cerah dan tebal.

Meski daging buah watubuncul agak berserat, tetapi tetap lembut di lidah. Sayang, derajat kemanisan watubuncul hanya 6—80 briks atau agak masam. Eko Mulyanto yang juga anggota staf Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi, menemukan mangga watubuncul pada 2011. Sang pemilik memiliki dua pohon watubuncul yang ditanam dari biji 12 tahun silam di halaman rumah. Penduduk setempat kurang tertarik menanam mangga watubuncul lantaran buah terlalu besar.

“Bila panen mengkal harus diperam dulu agar rasa manis muncul,” ujarnya. Tatkala berbuah, mangga watubuncul mampu mampu menghasilkan 200—250 buah per pohon berumur 12 tahun. “Kehadiran mangga jumbo watubuncul semakin memperkaya plasma nutfah di tanahair. Namun, agar memiliki kriteria yang disukai konsumen (manis, red) perlu dilakukan penyilangan dengan mangga unggul lain agar karakter manis muncul,” tutur Eko.

Comments are closed.